Kisah Luqman Al-Hakim dan Anaknya Pergi ke Pasar

Luqman Al-Hakim adalah orang yang disebut di dalam Al-Quran surah Luqman. Beliau terkenal Karena nasihat-nasihatnya kepada anaknya. Nama panjangnya ialah Luqman bin Unaqa’ bin Sadun. Dalam sebuah riwayat diceritakan bahwa beliau merupakan pria bertubuh tidak tinggi dan berhidung mancung dari Nubah (suatu daerah yang posisinya di sebelah utara sudan dan di sebelah selatan Mesir). Ada pula yang berpendapat bahwa beliau berasal dari Sudan, dan ada pula yang menerangkan bahwa Luqman adalah hakim di zaman Nabi Daud a.s.

Dalam sebuah riwayat dikisahkan bahwa pada suatu hari Luqman Al-Hakim bersama anaknya pergi ke pasar dengan menunggangi himar. Ketika itu Luqman menunggangi himar sementara anaknya mengikuti di belakangnya dengam berjalan kaki. Melihat tingkah laku Luqman itu, ada orang yang berkata, “lihat itu orang tua yang tidak merasa kasihan kepada anaknya, p dia enak enak menunggangi himar sementara anaknya disuruh berjalan kaki.” setelah mendengarkan gunjingan orang orang, p maka Luqman pun turun dari himarnya itu lalu anaknya diletakkan di atas himar tersebut. Melihat yang demikian, maka orang di pasar itu berkata pula, “Hai, kalian lihat itu ada anak yang kurang ajar. Orang tuanya disuruh berjalan kaki, sedangkan dia enak enaknya menunggangi himar.”

Setelah mendengar kata kata itu, Luqman dan anaknya bersama sama menunggangi himar itu. Kemudian orang orang juga ribut menggunjing, “Hai teman teman, lihat itu ada dua orang menunggangi seekor himar. Kelihatannya himar itu sangat tersiksa, kasihan ya.” karena tidak suka mendengar gunjingan orang orang, maka Luqman dan anaknya turun dari himar itu. Kemudian terdengar lagi suara orang berkata, “Hai, lihat itu, ada dua orang berjalan kaki, sedangkan himar itu tidak ditunggangi. Untuk apa mereka bawa himar kalau akhirnya tidak ditunggangi juga. “

Ketika Luqman dan anaknya dalam perjalanan pulang ke rumah,Luqman Al-Hakim menasihati anaknya tentang sikap orang orang dan keusilan mereka tadi. Luqman berkata, “Sesungguhnya kita tidak bisa terlepas dari gunjingan orang lain.” Anaknya bertanya, “Bagaimana cara menanggapinya, Ayah? ” Luqman meneruskan nasihatnya, “Orang yang berakal tidak akan mengambil pertimbangan melainkan hanya kepada Allah SWT. Barang siapa mendapat petunjuk kebenaran dari Allah SWT, itulah yang menjadi pertimbangannya dalam mengambil keputusan.”

Kemudian Luqman Al-Hakim berpesan kepada anaknya,”Hai anakku, carilah rizki yang halal supaya kamu tidak menjadi fakir. Sesungguhnya orang fakir itu akan tertimpa tiga perkara, yaitu tipisnya keyakinan tentang agamanya, lemah akalnya,dan hilang kemuliaan hatinya. Lebih dari sekedar tiga perkara itu, orang orang yang suka merendah rendahkan dan menyepelekannya. “

Terima kasih sudah membaca 😊😊

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s