Barseso Terbujuk Minuman Keras

Dikisahkan bahwa pada zaman dahulu ada seorang ahli ibadah bernama Barseso. Dia beribadah di suraunya selama tujuh puluh tahun dan tidak pernah bermaksiat sedikitpun. Lalu iblis ingin menggoda dengan tipu muslihatnya, maka pada suatu saat dia mengumpulkan para pembesar setan dan berkata,”Adakah di antara kalian yang mampu menghancurkan keimanan Barseso? ” setan putih berkata kepada Iblis, “Saya sanggup merusaknya. ” lalu ia berangkat ke tempat Barseso dengan mengenakan pakaian ulama serta mengenakan sorban di atas kepalanya

Setan mulai menjalankan aksinya dengan berpura-pura menjadi tamu dan menyapa Barseso. Barseso tidak bergeming, dia tetap melanjutkan ibadahnya. Tatkala setan tak mampu mengambil perhatian Barseso, maka dia berpura-pura beribadah di teras surau itu. Maka setelah Barseso selesai dari ibadahnya, dan ingin beranjak keluar, dia melihat di teras surau ada seseorang yang tampil seperti ulama yang sedang beribadah dengan khusyuk. Lalu Barseso bertanya kepadanya, “Kamu tadi menyapaku sementara aku sedang sibuk beribadah, apa yang kamu perlukan? “

Dia menjawab” Saya ingin bersamamu untuk belajar ilmu dan menirukan amal ibadahmu. ” Barseso berkata, “saya tidak bisa bersama mu, jika kamu seorang mukmin, maka aku sudah memanjatkan doa yang kutujukan bagi semua orang mukmin. ” Kamudian dia beranjak beribadah dan meninggalkan tamunya itu. Maka setan itu pun beribadah dan setelah itu Barseso tidak menoleh kepadanya selama kurun waktu 40 hari.

Setelag Barseso selesai beribadah,dia melihat tamunya sedang beribadah juga. Tatkala dia melihat kesungguhan tamunya yang tak lain adalag setan itu, maka dia berkata kepadanya, ” Apa yang kamu butuhkan? ” setan menjawab,”Saya ingin kamu memberi izin kepadaku untuk masuk ke surau bersamamu. ” Lalu dia memberi izin masuk di surau dan beribadah bersama Barseso beberapa waktu lamanya. Dikisahkan bahwa bahwa mereka beribadah dalam waktu yang sangat lama, sampaj 80 hari

Maka tatkala melihat kesungguhan dan kekuatan tamunya dalam beribadah, Barseso merasa rendah diri berada dihadapannya. Ada perasaan yang bercampur aduk antara kagum, merasa tersaingi, dan iri terhadap kehebatan ibadah tamunya yang tidak lain adalah setan itu. Barseso merasa bahwa dia sangat rajin beribadah, sehingga tidak boleh ada orang lain yang rajin darinya. Barseso akan merasa malu kepada orang orang kampung jika mereka tahu bahwa ada orang lain yang lebih kuat dan lama berubadah dibandingkan dirinya.

Mengetahui kondisi kejiwaan Barseso yang demikian, setan itu mulai melancarkan aksi berikutnya. Setan itu berkata untuk meruntuhkan mental Barseso”Tuan Barseso,saya ingin mencari orang yang lebih rajin beribadah dibanding kamu. Ternyata kamu belum ada apa-apanya dalam hal ibadah. Kamu tidak serajin dan sekuat yang aku duga. “

Barseso tidak mau tamunya itu pergi begitu saha. Dia khawatir berita kekalahannya ini tersebar luas dimasyakarakat. Barseso mengungkapkan keingginannya mendapatkan pelajaran bagaimana caranya tamunya tersebut mampu beribadah melebihi dirinya. Ringkas cerita, pada saat setan hendak pergi dia mengatakan bahwa kekuatannya dalam beribadah didorong penyesalannya bahwa dahulu ia adalah seorang oemabuk alias tukang minum minuman keras. Jika Barseso ingin seperti dia, maka harus meminum minuman keras terlebih dahulu.

Barseso akhirnya menerima tawaran tamunya tersebut. Setan lalu membawa Barseso msnuju kedai minuman keras di kampung sebelah. Kedai minuman keras itu dialayani oleh seorang wanita. Barseso kemudian menenggak minuman keras sebanyak tiga gelas. Setelah Barseso mabuk, setan tertawa terbahak-bahak,Barseso oun mengikuti tawanya. Mereka berdua larut dalam pesta minuman keras. Setan tidak menyia-nyiakan kesempatan itu, dia terus mencekoki Barseso dengan minuman keras sebanyak- banyaknya sampai akhirnya Barseso melakukan pelecehan seksual terhadap penjaga warung dan membunuhnya. Barseso pun malam itu terus menenggak minuman keras. Pagi harinya orang orang kampung menemukan Barseso dalam keadaan tewas mengenaskan di pinggir jalan karena terlalu banyak minum.

Terima kasih sudah membaca 😊😊

Kisah Luqman Al-Hakim dan Anaknya Pergi ke Pasar

Luqman Al-Hakim adalah orang yang disebut di dalam Al-Quran surah Luqman. Beliau terkenal Karena nasihat-nasihatnya kepada anaknya. Nama panjangnya ialah Luqman bin Unaqa’ bin Sadun. Dalam sebuah riwayat diceritakan bahwa beliau merupakan pria bertubuh tidak tinggi dan berhidung mancung dari Nubah (suatu daerah yang posisinya di sebelah utara sudan dan di sebelah selatan Mesir). Ada pula yang berpendapat bahwa beliau berasal dari Sudan, dan ada pula yang menerangkan bahwa Luqman adalah hakim di zaman Nabi Daud a.s.

Dalam sebuah riwayat dikisahkan bahwa pada suatu hari Luqman Al-Hakim bersama anaknya pergi ke pasar dengan menunggangi himar. Ketika itu Luqman menunggangi himar sementara anaknya mengikuti di belakangnya dengam berjalan kaki. Melihat tingkah laku Luqman itu, ada orang yang berkata, “lihat itu orang tua yang tidak merasa kasihan kepada anaknya, p dia enak enak menunggangi himar sementara anaknya disuruh berjalan kaki.” setelah mendengarkan gunjingan orang orang, p maka Luqman pun turun dari himarnya itu lalu anaknya diletakkan di atas himar tersebut. Melihat yang demikian, maka orang di pasar itu berkata pula, “Hai, kalian lihat itu ada anak yang kurang ajar. Orang tuanya disuruh berjalan kaki, sedangkan dia enak enaknya menunggangi himar.”

Setelah mendengar kata kata itu, Luqman dan anaknya bersama sama menunggangi himar itu. Kemudian orang orang juga ribut menggunjing, “Hai teman teman, lihat itu ada dua orang menunggangi seekor himar. Kelihatannya himar itu sangat tersiksa, kasihan ya.” karena tidak suka mendengar gunjingan orang orang, maka Luqman dan anaknya turun dari himar itu. Kemudian terdengar lagi suara orang berkata, “Hai, lihat itu, ada dua orang berjalan kaki, sedangkan himar itu tidak ditunggangi. Untuk apa mereka bawa himar kalau akhirnya tidak ditunggangi juga. “

Ketika Luqman dan anaknya dalam perjalanan pulang ke rumah,Luqman Al-Hakim menasihati anaknya tentang sikap orang orang dan keusilan mereka tadi. Luqman berkata, “Sesungguhnya kita tidak bisa terlepas dari gunjingan orang lain.” Anaknya bertanya, “Bagaimana cara menanggapinya, Ayah? ” Luqman meneruskan nasihatnya, “Orang yang berakal tidak akan mengambil pertimbangan melainkan hanya kepada Allah SWT. Barang siapa mendapat petunjuk kebenaran dari Allah SWT, itulah yang menjadi pertimbangannya dalam mengambil keputusan.”

Kemudian Luqman Al-Hakim berpesan kepada anaknya,”Hai anakku, carilah rizki yang halal supaya kamu tidak menjadi fakir. Sesungguhnya orang fakir itu akan tertimpa tiga perkara, yaitu tipisnya keyakinan tentang agamanya, lemah akalnya,dan hilang kemuliaan hatinya. Lebih dari sekedar tiga perkara itu, orang orang yang suka merendah rendahkan dan menyepelekannya. “

Terima kasih sudah membaca 😊😊

ABU BAKAR AS-SIDDIQ

Abu Bakar As-Sidiq lahir pada tahun 573 masehi bulan rabiul akhir dari sebuah keluarga terhormat di Mekah. Nama aslinya adalah Abdullah ibn Abu Kuhafah. Sebelum masuk islam namanya Abdul Ka’bah, beliau terpilih menjadi Khalifah pada 12 Rabiul Awwal 11 Hijriah/632 Masehi

Abu Bakar As-Sidiq diberi gelar oleh Rasulullah SAW. “As-Siddiq’, artinya yang benar.Mengapa beliau mendapat gelar seperti ini? Ketika itu, Rasulullah SAW. Melakukan Isra’ mikraj, yaitu melakukan perjalanan malam dari Masjidil Haram di Mekah ke Masjidil Aqsa di Palestina dan naik ke Sidratul Muntaha dalam waktu sepertiga malam untuk menjemput perintah sholat lima waktu semalam. Ketika kabar ini disampaikan kepada orang orang kafir Mekah, serentak orang orang kafir Mekah tidak mempercayainya, bahkan mereka menganggap bahwa Nabi Muhammad SAW. melakukan kebohongan. Akan tetapi Abu Bakar langsung membenarkan apa yang dikatakan oleh Nabi tersebut. Abu Bakar As-Siddiq termasuk kedalam As-Sabiqun Al-Awwalun, yaitu orang orang yang pertama masuk islam

Abu Bakar As-Siddiq sudah memberi contoh yang baik. Kita yang sudah mengenal islam, harus yakin jika kita dan orang lain berbuat baik, niscaya dunia ini akan aman dan tentram, tidak akan ada lagi peperangan dan permusuham. Abu Bakar As-Siddiq wafat pada Jumadil Akhir 13 Hijriah

Program yang diperbuat oleh Khalifah Abu Bakar As-Siddiq diantaranya adalah : 1.Memerangi orang orang yang murtad 2.memerangi orang yang enggan membayar zakat 3.Memerangi Nabi Palsu 4.Memulai program pengumpulan mushaf Al-Quran 5.Memulai mengirim utusan untuk mendakwahkan islam ke daerah lain

Thanks you for reading….

See you Next time 😊😊

Definisi sujud sahwi

Sujud sahwi adalah bagian ibadah islam yang dilakukan di dalam sholat. Sujud sahwi dilakukan ketika orang yang sedang sholat melakukan kesalahan karena lupa.

Penyebab dilakukannya sujud sahwi

Penyebab sujud sahwi ada tiga yaitu menambahkan sesuatu (az-ziyaadah), menghilangkan sesuatu (an-naqsh), dan dalam keadaan ragu-ragu (asy-syak) di dalam sholat.

Tata cara sujud sahwi

Sujud sahwi dulakukan dengan cara melakukan kedua sujud sebelum atau sesudah salam dan bacaannya adalah tidak sama dengan bacaan sujud di dalam sholat.

Bacaannya “subkhaba man laa yanaamu wa laa yas-huw” (Maha Suci Dzat yang tidak mungkin tidur dan lupa)

Sujud sahwi dilaksanakan sebelum salam pada dua keadaan:

  • Apabila terjadi pengraguan.
  • Jika hal tersebut karena ragu yang dia tidak dapat memutuskan mana dari dua kemungkinan yang lebih condong dalam pikirannya.

Sujud sahwi dilaksanakan setelah salam ketika:

  • Apabila terjadi penambahan di dalam sholat.
  • Jika hal itu dikarenakan lupa, ketika salah satu dari dua kemungkinan lebih condong dalam pikiran seseorang.

Thank you for reading it. See you nrxt time. 😊😊😊